The Arsenal's 12th Men

The twelfth men are just as important as the 11 players on the pitch.

Preview: Arsenal v Southampton (Capitol One Cup)

Arsenal akan menjamu anak asuhan Ronald Koeman malam ini di ajang CoC. Setelah mengandaskan Aston Villa akhir pekan lalu, kemungkinan besar Wenger akan menurunkan skuad yang jauh berbeda dini hari nanti.

Ospina, Ajayi, Hayden, Bellerin, Diaby, Coquelin, Campbell, dan Akpom mungkin akan mendapat kesempatan di laga ini. Kebiasaan Wenger yang memakai ajang ini untuk memberi kesempatan bagi pemain muda untuk bahu-membahu dengan beberapa pemain senior sudah sangat dikenal dan tidak terkecuali kali ini.

Saints sedang tampil gagah di klasemen liga Inggris dan walau kehilangan pilar-pilar penting mereka musim lalu seperti Shaw, Lambert, Chambers, Lallana, atau pun Lovren, Koeman berhasil menstabilkan mereka. Kemenangan 1-0 di kandang Swansea pekan lalu membuat mereka hanya berada 1 tingkat di bawah Chelsea. Dan dini hari nanti mereka membawa ancaman untuk tuan rumah. Mane, Pelle, dan Tadic akan menjadi pemain-pemain yang patut untuk diwaspadai.

Kondisi lini belakang Arsenal yang harus kehilangan Debuchy dan Nacho mungkin akan membuat Chambers dan Gibbs menemani Bellerin dan Mertesacker di hadapan Ospina. Selain mereka, Ajayi atau Hayden juga berpeluang untuk tampil.

Diaby dan Coquelin mungkin akan menjadi poros utama di tengah bersama Rosicky. Wenger kembali memuji kekuatan mental Diaby yang seperti raksasa walau selama ini selalu bergelut dengan cedera dan karena sudah beberapa kali tampil di ajang U-21, sudah saatnya bagi Diaby untuk kembali ke skuad senior.

Di depan, Akpom akan bersaing dengan Campbell untuk memimpin lini serangan. Podolski, Chambo dan mungkin Cazorla akan menemani mereka di kedua belah sisi. Kelima pemain ini mempunyai motivasi tersendiri untuk bisa tampil baik malam ini kalau ingin merebut posisi inti di tim utama.

Pertandingan mungkin akan berjalan alot dan peluang lebih besar mungkin akan dimiliki Southampton karena bisa tampil dengan pemain inti mereka. Walau Yoshida dan Ward-Prowse sempat limbung pekan lalu, mungkin mereka sudah bisa tampil nanti.

Bermain di Emirates bisa menjadi sebuah keuntungan tersendiri tapi di babak sebelumnya pun Saints berhasil mengandaskan Millwall di kandang lawan, so siapapun yang diturunkan Wenger harus tampil prima kalau ingin melanjutkan rekor sejak musim 2002/2003 selalu lolos ke babak ketiga.

Review: Aston Villa 0-3 Arsenal (Barclay’s Premier League)

Arsenal kembali memetik poin penuh di lanjutan BPL setelah mencetak 3 gol tanpa balas di babak pertama dalam rentang waktu 4 menit di Villa Park.

Villa memulai pertandingan dengan baik dan bahkan hampir unggul terlebih dahulu lewat tendangan Delph dan sundulan Clark, namun kedua peluang tersebut dapat dimentahkan Szczesny dengan baik.

Setelah itu Arsenal unggul lewat duet Welbeck dan Ozil. Welbeck memberikan umpan terobosan kepada Ozil melewati Senderos dan lewat beberapa sentuhan, Ozil tinggal berhadapan dengan Guzan. Bola lalu dihujamkan ke gawang lewat kaki kirinya tanpa dapat dihadang oleh Guzan.

Satu menit kemudian Ozil gantian memberikan umpan matang kepada Welbeck. Berawal ketika Ozil mendapat bola di sisi kiri, dia lalu melepaskan crossing ke tengah yang langsung disontek Welbeck dari jarak dekat.

Villa mungkin masih dalam keadaan terkejut kala itu, tapi tiba-tiba saja Arsenal kembali mencetak gol. Serangan berawal dari kanan yang lalu bergeser ke kiri kepada Gibbs. Dia lalu melepas tendangan yang justru melenceng dari gawang dan menuju ke kerumunan pemain di kotak penalti. Bola coba dibuang oleh Cissokho namun justru masuk ke gawangnya sendiri. 0-3 untuk Arsenal.

Arsenal hampir mencetak gol tambahan namun tendangan Ozil dan juga Ramsey masih melenceng dari gawang.

Di babak kedua, Lambert memasukkan Grealish menggantikan Weimann yang mungkin masih sakit akibat serangan virus. Dan kelincahan pemain muda ini hampir membuat Chambers diusir wasit. Walau sudah mengantongi kartu kuning, Chambers menghadang laju Grealish dan hanya beruntung ketika wasit Mike Jones hanya memberikan peringatan keras.

Aston Villa gagal untuk merancang serangan yang berarti di babak kedua. Mungkin virus yang menyerang kubu The Villans sedikit berpengaruh, namun taktik yang dikembangkan Arsenal lewat pressing dari depan membuat Villa sering kehilangan bola dan terpaksa bertahan. Akibatnya Villa hanya lebih sering bertahan dan harus puas melihat Arsenal dengan nyaman memainkan bola.

Arsene Wenger menurunkan Wilshere, Podolski dan juga Rosicky di akhir babak kedua dan pergantian ini tidak menurunkan kualitas serangan Arsenal. Walau skor tidak berubah, namun ini adalah pertandingan yang mempunyai banyak arti bagi Arsenal.

Ozil kembali bermain cemerlang di tengah dengan 1 gol dan 1 assist, Welbeck membuka keran golnya bagi Arsenal, Super Tom tampil untuk pertama kalinya musim ini, Arteta kembali tampil prima setelah dipermalukan di Jerman, dan tidak ada pemain yang cedera.

Lewat kemenangan ini, kepercayaan diri beberapa pemain maupun secara tim pastilah meningkat dan dapat menjadi modal untuk menjamu Southampton di CoC Rabu depan.

*Hasil pekan ini tambah manis kalau melihat hasil rival-rival lain. Everton, Liverpool, Spurs, dan United kalah, sedangkan City dan Chelsea kehilangan poin setelah bermain imbang.

Preview: Aston Villa v Arsenal (Barclay’s Premier League)

Malam ini Arsenal akan bertandang ke Midland untuk menghadapi sang runner-up sementara, Aston Villa.

Tim asuhan Paul Lambert ini baru saja memetik poin penuh di Anfield lewat gol tunggal Agbonlahor dan berhasil mencatat clean sheet di 3 pertandingan liga.

Sebaliknya, Arsenal baru saja menuai kekalahan di Jerman dan didera badai cedera ringan, khususnya di bagian pertahanan.

Players to watch

Ozil mendapat kritikan pedas karena tampil buruk melawan Dortmund. Banyak yang menganggap bahwa hal itu terjadi karena dia dipaksa bermain bukan di posisi terbaiknya karena harus melebar di kiri di formasi 4-1-4-1.

Wenger memang telah membantah bahwa menurunnya kinerja Ozil bukanlah karena bermain di luar posisi aslinya, namun karena dampak dari Piala Dunia.

Walau bermain di sayap, Ozil memang tidak terbelenggu di sana dan kalau dipantau dari heatmapnya, Ozil sebenarnya sering berpatroli mencari ruang di tengah maupun di kanan. Pergerakannya juga membuat pemain lain sering mendapat celah untuk menyerang.

Tapi memang tidak dapat dipungkiri bahwa Ozil harus bangkit dan menunjukkan kelasnya cepat atau lambat. Arsenal memang masih tak terkalahkan di liga, namun 3 poin lewat 3 kali imbang di 3 pertandingan terakhir tentunya bukan sesuatu yang ideal.

Welbeck, Alexis, Wilshere dan Ramsey mungkin masih mencoba untuk beradaptasi dengan pola baru Wenger, tapi tim ini dibangun di sekeliling Ozil jadi sudah sepatutnyalah Ozil mulai menyatukan mereka semua.

Di pihak The Villans, pembelian Cissokho, Senderos dan juga kepercayaan baru terhadap Hutton sedikit banyak membantu Guzan untuk menjaga gawangnya. Musim lalu dia menjadi kiper terburuk kedua setelah Marshall, tapi musim ini tugasnya jadi makin mudah karena punggawa-punggawa baru tersebut. Cedera Vlaar mungkin akan melemahkan mereka sedikit, namun mereka pasti akan tampil penuh percaya diri dan mencoba untuk mengulangi hasil minggu lalu di Merseyside.

Di tengah, Delph, Westwood dan Cleverley akan mencoba merajut serangan balik dengan memberikan bola-bola daerah kepada Gabby Agbonlahor. Namun pemain yang Villa yang paling berbahaya adalah Weimann. Keberadaannya yang jarang diperhatikan sering membawa petaka. Di musim ini pun dia sudah mencetak 2 gol dan 2 assist.

Prediksi pertandingan

Walau bertindak sebagai tuan rumah, Villa kemungkinan besar akan bertahan dan memasang jebakan untuk lalu menyerang balik dengan cepat. Agbonlahor akan turun sedikit dan memarking Arteta saat kehilangan bola dan mencoba untuk menganggunya saat memulai serangan.

Darren Bent mungkin akan turun dari bangku cadangan dan walau dia pernah mengaku sebagai seorang Gooner, pemain yang satu ini sangat rajin mencetak gol ke gawang Arsenal. So, lini belakang Arsenal harus berhati-hati kalau dia turun.

Keletihan akibat bertanding di Eropa mungkin akan meredam lini serang Arsenal, dan kehilangan pilar-pilar seperti Debuchy dan Nacho pastinya melemahkan defence Arsenal. Keadaan yang mencemaskan, namun Wenger masih mempunyai Rosicky, Cazorla, dan Chamberlain untuk melakukan rotasi di depan. Sayangnya, hal tersebut tidak bisa dilakukan di belakang. Chambers yang sudah sembuh mungkin akan tampil di sisi kanan menggantikan Bellerin tapi Mertesacker, Koscielny dan Gibbs harus tetap tampil karena tidak ada yang dapat menggantikan mereka saat ini.

Well, walau sedikit pesimis namun semoga saja Arsenal dapat kembali menang dan meneruskan rekor bagus mereka yang tidak terkalahkan di 15 partai terakhir di Villa Park malam ini.

#COYG

Review: Arsenal 2-2 Manchester City (Barclay’s Premier League)

Arsenal kebobolan terlebih dahulu lewat shot on goal pertama di malam itu, berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua, lalu unggul lewat gol spektakuler Alexis, tapi harus puas berbagi 1 poin dengan tim tamu karena harus kebobolan lewat set piece.

Di awal pertandingan, Arsenal bermain dengan luar biasa lewat kombinasi antara Ramsey, Ozil, Alexis dan juga Wilshere yang sekali lagi menunjukkan permainan yang mengagumkan. Welbeck yang melakoni debutnya untuk Arsenal malam itu pun tampil cukup padu dan beberapa kali menyusahkan duet Kompany dan Demichelis.

Bahkan pemain yang ditransfer Arsenal di deadline day itu hampir membuka keran golnya setelah berhasil lolos dan berhadapan dengan Hart. Sayangnya dia memilih untuk melob Hart dan walaupun kelihatannya dia akan dapat mencetak gol lewat peluang itu, bola hanya membentur tiang jauh dan akhirnya diselamatkan City.

Setelah itu Arsenal seperti menginjak pedal rem dan setelah Alexis kehilangan bola, Navas dapat melancarkan serangan balik cepat tanpa dapat ditahan oleh Monreal yang terlalu maju maupun Flamini yang tampak sedikit ragu-ragu.

Crossing datar Navas lalu dapat ditap-in oleh Aguero dari jarak dekat tanpa mampu dibendung Koscielny, Mertesacker maupun Szczesny. 1-0 bagi Manchester City lewat shot on goal pertama mereka dan gol ke-5 yang sudah bersarang ke gawang Arsenal musim ini.

Setelah gol itu suasana di Emirates sedikit senyap dan kendali permainan yang sebelumnya dikuasai tuan tumah harus berpindah ke anak-anak asuhan Pellegrini.

Di akhir babak pertama City makin semangat untuk mematahkan semangat Arsenal walau harus lewat cara tekel-tekel keras yang bergantian dilakukan oleh Zabaleta, Lampard, Fernandinho maupun Milner. Clattenburg yang bertindak sebagai wasit mencoba untuk meredam tensi dengan memberi peringatan maupun kartu kuning namun tetap saja pelanggaran terus dilakukan oleh City terlebih kepada Wilshere.

Di babak kedua Nasri masuk menggantikan Lampard dan City mencoba untuk membalas dendam mereka di Community Shield lalu. Namun yang sebaliknyalah yang terjadi. Berawal dari City yang kehilangan bola sedikit di luar kotak penalti mereka, bola berhasil dikuasai Arsenal dan Ramsey memberikan bola kepada Wilshere yang merangsek maju kotak penalti City. Lewat lob cantik kaki kanannya dari jarak deket di sisi kiri gawang City, dia berhasil mengelabui Hart yang sudah menjatuhkan diri. Gol yang luar biasa dari pemain yang memang sedang dalam kurva menanjak.

Gol itu makin menyalakan api Arsenal dan ditopang oleh sorakan para pendukung di Emirates, Arsenal meningkatkan tempo dan mencari gol kedua. Dan ketika gol kedua berhasil didapatkan, hal itu terjadi lewat proses mengagumkan dan tembakan maut dari Alexis Sanchez.

Debuchy menggiring hampir ke byline pertahanan City sebelum melepas crossing ke jantung pertahanan City. Bola berhasil ditanduk oleh Kompany namun hanya sejauh Wilshere yang melompat tinggi dan memberikan bola ke arah Alexis yang berdiri bebas di sisi kanan gawang.

Alexis lalu melepas tendangan voli keras ke tiang jauh yang gagal dibendung oleh Hart. Waktu serasa berhenti sesaat sebelum akhirnya semua orang menyadari apa yang baru saja terjadi.

Emirates, Epicentrum Walk dan tempat nonbar Arsenal dimanapun itu pun lalu bergemuruh dengan sukacita dan high-fives. Walaupun harus mendapat kartu kuning karena melepas baju, Alexis patut berbangga lewat gol itu. What a great great great great great goal!

Pellegrini lalu membalas dengan memasukkan Kolarov yang serta merta menambah daya dobrak City. Dia pun sempet melepas tembakan keras yang untungnya hanya membentur tiang.

Debuchy yang tampil cukup baik malam itu sayangnya tidak dapat menyelesaikan pertandingan. Berawal dari bola tinggi yang tidak terlalu berbahaya, Debuchy mungkin salah memperkirakan jatuhnya bola dan secara tidak sengaja mencederai dirinya setelah kaki kirinya terkilir.

Pertandingan harus dihentikan sementara dan Debuchy terpaksa harus ditandu keluar dan digantikan oleh Chambers. Menurut kabar yang beredar, Debuchy harus absen selama dua bulan yang berarti lini belakang Arsenal makin menipis.

Petaka buat Arsenal belum berhenti di situ karena City langsung menyamakan kedudukan. Corner yang dikirim tepat ke jantung pertahanan Arsenal gagal diantisipasi dengan baik dan Demichelis dengan bebas dapat menyundul bola ke arah gawang. Szczesny yang mencoba menepis justru malah mengarahkan bola menjauh dari Flamini yang sudah siap untuk membuang bola di tiang jauh.

City malah beberapa kali hampir berbalik unggul. Upaya Dzeko hanya membentur tiang dan gol Nasri dianulir wasit karena sudah berdiri dalam posisi offside. Hembusan napas kelegaan pun terdengar dengan jelas seantero Emirates.

Well, in the end 1 poin tidaklah terlalu buruk dan melihat permainan yang ditunjukkan oleh Alexis, Wilshere dan juga Welbeck, kita patut untuk berharap banyak. Arsenal akan semakin baik ketika pemain-pemain baru makin menyatu dan Walcott kembali tampil. Ospina pun mungkin bisa digunakan kalau penampilan Szczesny menurun.

Sedikit kekuatiran mungkin tertuju ke lini belakang Arsenal yang tinggal menyisakan Hayden sebagai cadangan CB kalau Chambers turun menggantikan Debuchy di laga melawan Dortmund nanti. Semoga saja tim akan tetap siap dan tampil baik di matchday 1 putaran grup UCL nanti.

Preview: Arsenal v Manchester City (Barclay’s Premier League)

Setelah diselingi oleh interlull yang bagi banyak pihak dirasa menganggu dan tidak perlu, Arsenal akan kembali tampil di lanjutan Liga Inggris untuk melawan sang juara bertahan di Emirates.

Walau sudah pernah bertemu di awal musim ini di Community Shield, Manchester City yang akan dilawan anak-anak The Gunners kali ini akan membawa kekuatan yang berbeda. Kala itu mereka tampil tanpa pemain-pemain inti mereka yang masih mendapat liburan setelah tampil di World Cup.

Team News

Di satu sisi, interlull kali ini membawa berkah karena beberapa punggawa Arsenal yang sempat cedera sudah kembali latihan dan mungkin dapat diturunkan malam ini. Arteta dan Ozil mungkin sudah dapat turun kembali, dan Gibbs dan Ramsey punya peluang tipis untuk kembali ke starting line-up.

Di pihak The Citizens, Jovetic mungkin akan absen karena cedera namun Zabaleta tampaknya siap untuk mengawal sisi kanan City. Ada kabar tidak sedap tentang Fernando namun secara umum kekuatan mereka akan siap untuk bertandang ke London.

Key points

Kedatangan Welbz dari United sedikit banyak mengubah susunan lini depan Arsenal. Dengan cederanya Giroud, Wenger sudah mencoba memasang Sanchez dan Sanogo di depan dan hasilnya belum maksimal. Welbeck adalah seorang striker yang diberkati lewat kecepatan, kerja keras dan juga kedinamisan yang atletis. Walau dianggap kurang produktif di Manchester, dia siap untuk diberikan tanggung jawab untuk bermain di tengah menjadi ujung tombak Arsenal. Patut ditunggu bagaimana racikan Wenger kalau Welbeck diturunkan malam ini.

Alexis, Ozil, Cazorla, Ramsey ataupun Chamberlain akan mempunyai target serangan dalam diri Welbeck yang cerdik dalam membuka ruang dan mencari posisi. Welbeck juga bisa bermain dengan memunggungi gawang sehingga bisa juga menjadi targetman seperti Giroud dan memberikan ruang bagi second line untuk merangsek maju.

Kalau Ramsey harus terpaksa absen karena cederanya akibat bermain di lapangan buatan bersama Wales, Arteta akan kembali berpartner bersama Wilshere di tengah. Semoga saja Wilshere bisa kembali menunjukkan penampilan apik seperti ketika melawan Besiktas di leg kedua ketika Ramsey absen.

Di belakang, Szczesny akan mendapat tantangan baru. Ospina sudah sembuh dan akan duduk di bench sambil menunggu peluang untuk tampil. Walau berhasil mencatat cleab sheet ketika melawan Besiktas di dua leg, Woj sudah kebobolan 4 kali di 3 pertandingan Premiership. Sebuah catatan buruk tentunya bagi salah satu kiper terbaik musim lalu ini.

Bagi City, Pellegrini mendapat kejutan kecil ketika ditumbangkan Stoke di Etihad di pertandingan sebelumnya. Midweek ini pun mereka harus melawan Munchen dan akan melawan Chelsea weekend depan. Maestro Cili ini harus mampu merotasi dan menyiasati timnya untuk dapat mempertahankan gelar.

Biasanya Pellegrini menurunkan formasi 4-2-2-2, bahkan sejak masih di Malaga, namun di akhir musim lalu dia sedikit mengubah formasinya dan menurunkan 4-2-3-1 dengan David Silva sebagai pengatur serangan tepat di belakang striker tunggal. Di posisi ini Silva bermain luar biasa dan berhasil membawa City merengkuh gelar mereka melewati Liverpool yang mungkin lebih diunggulkan.

Edin Dzeko mungkin akan diturunkan menjadi target tunggal dan Nasri, Silva, dan Navas di belakangnya. Kalau formasi ini yang diturunkan, Nacho atau Gibbs harus ekstra hati-hati karena duet Navas dan Zabaleta yang doyan overlap pasti akan menyusahkan sisi ini. Kalau Ozil yang dipasang di sayap kiri, Zabaleta pasti akan mencoba untuk meniru Coleman untuk mencuri gol karena kurangnya penjagaan. Pellegrini bisa tergoda untuk menurunkan duet Aguero dan Dzeko di depan dan ditopang oleh Nasri dan Silva yang bebas bergerak di belakang mereka.

Memang masih terlalu dini untuk melihat terlalu dalam apapun hasil dari pertandingan ini, namun kemenangan pastinya menjadi target utama kedua tim untuk bisa mengejar start baik Chelsea. Kehilangan poin di pertandingan ini pasti akan menambah beban kedua tim.

Post Navigation