The Arsenal's 12th Men

The twelfth men are just as important as the 11 players on the pitch.

Archive for the category “Preview”

Preview: Bayern – Arsenal (3-1 agg)

Mission impossible. No? Di kandang sendiri Arsenal kebobolan 3 gol dan hanya berhasil mencetak 1 gol. Tapi klo melihat dari perspektif yang lain, satu-satunya gol Arsenal di Emirates bisa menjadi secercah harapan untuk Arsenal. Musim lalu, Arsenal tertinggal 4-0 oleh Milan, dan hampir mencatat one of the biggest comebacks in the football history.

Selain Robin van Persie, tim Arsenal kali ini, arguably, lebih kuat dari tim Arsenal musim lalu yang mengalahkan Milan. Walaupun kurang adil membandingkan tim Bayern musim ini dengan Milan musim lalu. Tapi ada satu hal yang dimiliki Arsenal sekarang, yang tidak dimiliki Arsenal musim lalu. Decent subs.

Saat melawan Milan, skuad Arsenal adalah: Szcz, Sagna, Vermaelen, Kos, Gibbs, Song, Ox, Rosicky, Gervinho, RVP, Theo. Cadangannya? Fabs, Djourou, Jenks, Miquel, Ozyakup, PCY, Chamakh. Klo dipikir sekarang, dengan skuad seperti itu, seperti keajaiban rasanya Arsenal bisa menang 3-0 atas tim Milan yang solid. Kali ini, Monreal, Wilshere, dan Sagna adalah the only 3 pemain yang akan absen. Ditambah berita baik, Ribery kemungkinan besar akan absen.

Read more…

Review: Arsenal 0 – 2 Manchester City, Quick Preview FA Cup

By: Henry4life (@andikadwipayana).

Arsenal memulai pertandingan dengan solid, Koscielny diganjar kartu merah, City mendominasi babak pertama, 2-0, halftime, Arsenal bermain total menyerang, City mulai bermain pasif, Kompany kartu merah, City bermain tambah pasif, final whistle.

Secara garis besar, pertandingan Arsenal melawan City bisa di jelaskan dengan paragraf di atas. Tentunya juga banyak detail-detail yang berpengaruh ke hasil akhir. Tapi yang pertama mau gw bahas adalah hal kontroversi dari pertandingan ini. Mike Dean.

Setelah ngeliat ulang replay pertandingan, gw ngambil kesimpulan klo wasit akan mengambil keputusan berdasarkan apa yang dia liat di lapangan. Gak berpengaruh apakah keputusan itu keputusan yang tepat atau nggak. Sepakbola bukan seperti NBA atau NFL yang mana wasit diberi kesempatan untuk mereview keputusannya di lapangan melalui video replay.

Read more…

Preview: Arsenal – Manchester City

By: Henry4life (@andikadwipayana).

Klo physioroom.com cukup akurat, Arsenal bisa cukup lega karena Yaya Toure dan Aguero bakalan absen, dan klo gw gak salah, Yaya juga udah berangkat ke Pantai Gading untuk persiapan ANC. Dzeko juga belakangan ini diliputi rumor transfer ke Inter Milan. Balotelli dan Tevez adalah 2 striker yang kemungkinan besar akan diturunkan Mancini. Barry – Garcia kemungkinan besar akan turun di posisi gelandang tengah. Belakangan, Milner – Silva adalah duet sayap yang diturunkan Mancini.

Di Arsenal sendiri, Diaby tampil cukup baik di pertandingan reserves melawan WBA. Jenkinson, Ox, Santos, Coquelin, dan Frimpong adalah nama senior lainnya yang ikut turun melawan WBA. Ideally, gw pengen Diaby untuk turun di game ini karena physical strengthnya bakalan jadi ancaman untuk City. Tapi kecil rasanya kemungkinan Diaby untuk turun di game ini.

Di musim ini, Wenger cenderung menurunkan Ramsey di posisi sayap tiap kali melawan tim besar. Tapi ngeliat form Poldi, Theo, dan Giroud belakangan, kayanya sayang banget klo ketiganya gak dijadiin starter. Unfortunately, ada berita klo Giroud masih doubtful. Jadi ada kemungkinan besar Ramsey yang akan turun di posisi sayap kanan. Arteta, Wilshere, Cazorla harusnya start klo semuanya fit. Dengan formasi 4-4-2, Tevez yang kemungkinan besar akan kasih pressure ke Arteta. Wilshere harus lebih aktif without the ball untuk ngebantu Arteta ngebangun serangan.

Absennya Yaya Toure bakalan signifikan banget untuk City. Musim lalu saat Arsenal menang 1-0 hasil gol Arteta, Yaya was the player missing. Cazorla, Wilshere, dan Arteta harus lebih pinter memanfaatkan kelebihan kuantitas Arsenal di lini tengah.

Di pertemuan pertama, Arsenal dapet peluang kebanyakan dari sektor sayap. Gibbs yang lagi on top of his form, harusnya bisa memanfaatkan kesempatan ini. Apalagi klo Milner, yang cenderung main bertahan, yang dimainkan di posisi sayap kanan. On the other hand, Zabaleta bisa jadi ancaman utama dari City andai Gibbs gak disiplin dengan posisinya.

Silva dan Sagna, menurut gw, adalah straight matchup. Di pertemuan pertama, Silva main di sayap kanan dan Sinclair yang turun di sayap kiri. Jenkinson (di pertemuan pertama, Sagna, Wilshere, dan Szcz tidak bermain) yang dapet tugas ngejagain Sinclair. Tapi klo ngeliat form City belakangan, kemungkinan besar Sinclair gak akan dijadiin starter, dan Silva main di sayap kiri. Silva is probably the most talented footballer at Manchester City. Sagna adalah pemain Arsenal yang paling disiplin. Klo Sagna bisa mematikan Silva, Arsenal punya peluang bagus di game ini.

Vermaelen, Mertesacker, dan Koscielny yang bakalan jadi masalah serius untuk Wenger. Vermaelen adalah kapten Arsenal dan sudah mendapat istirahat yang cukup. Mertesacker, walaupun mungkin gak ideal untuk ngelawan pace City, bermain sangat baik di pertemuan pertama. Mencatat 7 interceptions. Koscielny adalah penyelamat Arsenal di pertemuan pertama. Selalu tampil bagus setiap ngelawan Aguero. Dengan absennya Aguero, Koscielny, andai diturunkan, bakal dapet tugas utama ngelawan Tevez.

Assuming Tevez bakal turun jagain Arteta saat Arsenal memegang bola, Balotelli yang bakal dapet tugas utama untuk kasih pressure ke bek tengah Arsenal. Despite of all of his stupidity, gw termasuk orang yang percaya klo Balotelli is a great footballer when he’s focus. Tapi defensive skill bukan kelebihan Balotelli sama sekali. If anything, kartu merah dia musim lalu yang jadi kunci kemenangan Arsenal.

This will be a very tight game. Early goal will set the tone how both team will approach the game.

Prakiraan formasi:
Szczesny, Sagna-Kos-Vermaelen-Gibbs, Arteta-Wilshere-Cazorla, Ramsey-Theo-Poldi

Preview: Swansea – Arsenal (FA Cup)

By: Henry4life (@andikadwipayana).

First FA Cup match of the season for Arsenal. Against Swansea. Kemungkinan besar, Swansea akan menurunkan tim terbaiknya di game ini. Beberapa hari yang lalu Wenger bilang akan memberikan “maximum effort” di game ini. Tapi seperti yang kita semua tau, pernyataan Wenger tidak selalu literal.

Kita melihat Wenger menurunkan 2 lineup yang sama persis dengan hasil yang berketerbalikan. 7 gol ke gawang Newcastle dan 1 own goal ke gawang Soton. Jadi tidak ada jaminan untuk Arsenal menang walaupun Arsene menurunkan tim terkuatnya (that if we actually have an actual best eleven).

Read more…

Preview: Arsenal vs Montpellier

Matchday 5

By: @TCP_13

Montpellier memang sudah dipastikan tersingkir dari UCL musim ini karena mereka baru mengumpulkan 1 poin saja dari 4 laga. Tapi poin semata wayang mereka didapat dari hasil menahan tuan rumah Schalke di matchday 1 di Gelsenkirchen.

Sementara itu, hasil 1 poin dari 2 laga melawan si Royal Blues membuat Arsenal berada di dalam tekanan kalo ingin lolos sebagai juara grup karena pertemuan kedua melawan jawara Ligue 1 musim lalu itu harus kembali dimenangkan. Di atas kertas, memang Arsenal unggul dalam segi kualitas dan juga pengalaman. Tetapi faktanya adalah Arsenal belum pernah menang sekalipun ketika menghadapi tim Prancis di Emirates di 4 pertemuan sebelumnya lewat seri 2 kali dan kalah 2 kali. Sangat kontras jika dilihat dari rekor unbeaten Arsenal ketika bertandang di Prancis dengan 6 menang dan 3 seri.

Ketika kalah dari Schalke di Emirates, rekor Arsenal yang tidak terkalahkan di kandang (termasuk Highbury) oleh tim asing selama 45 partai pun terhenti. Rekor tersebut berlangsung sejak kekalahan dari Internazionale 0-3 oleh gol Julio Cruz, Andy van der Meyde, dan Oba Martins tahun 2003. Kekalahan tersebut juga yang pertama sejak kekalahan dari MU 1-3 di semifinal UCL beberapa tahun lalu. Partai dimana Kieran Gibbs bermain buruk dan menjadi bulan-bulanan Ronaldo.

Ironisnya, kehilangan Gibbs akhir-akhir ini dianggap sebagai penyebab utama bocornya lini pertahanan Arsenal. Santos dan Vermaelen tampil kurang menggigit di sisi kiri pertahanan Arsenal dan juga berimbas pada tumpulnya Podolski dan penyerangan dari sisi kiri overall. Kelemahan ini memang dapat diantisipasi oleh ganasnya duet Sagna-Walcott di sisi seberang, tapi kabar sembuhnya Gibbs menjelang pertandingan ini pasti disambut dengan meriah oleh semua kita. However, sisi kanan kembali timpang oleh kabar cederanya Walcott ketika NLD. Untung saja AW bilang kalo cederanya tidak akan lama. Gervinho yang juga sudah siap tampil mungkin akan dipasang menggantikan si speedy winger, walaupun masih ada Chamberlain, Arshavin, atau Ramsey yang juga bisa tampil di sana.

Kalau Montpellier tetap menggelar formasi 4-2-3-1 seperti yang biasa mereka pakai di UCL di musim perdana mereka ini, maka akan ada beberapa key battles yang menarik untuk disimak.

1. Laurent Koscielny vs Souleymane Camara

Ujung tombak pengganti Giroud ini memang baru mencetak 1 gol di UCL walau 3 kali tampil sebagai starter dan 1 kali dari bangku cadangan, tetapi dia sudah mencetak 5 gol dari 12 laga di Ligue 1. Camara gemar untuk membuka ruang dan walau berpostur tidak terlalu tinggi, dia sangat kuat di duel udara. Kemampuannya untukĀ  menjadi provider bagi rekan-rekannya juga cukup bagus.

2. Mikel Arteta vs Younes Belhanda

Duel berikutnya akan terjadi di papan tengah. Kemampuan Belhanda untuk mengatur serangan dan juga penyelesai serangan sudah terdengar keluar Prancis, dan sudah banyak klub-klub besar yang antri untuk mendapatkan tanda-tangannya. Di musim ini pun, dia sudah mencetak 4 gol di Ligue 1 dan 2 gol di UCL. Yup, termasuk cheeky penalty against Mannone di partai pembuka lalu. Arteta sebagai pemain Arsenal yang paling defensif tentu harus bisa menjaga the Moroccan supaya ancaman Montpellier dapat diminimalisir. Sebagai gantinya, Belhanda akan menjadi pemain pertama yang membatasi ruang gerak Arteta dalam mengatur serangan Arsenal dari belakang.

3. Santi Cazorla vs Jamel Saihi

Performa Santi di NLD menunjukkan performanya seperti di awal kedatangannya musim panas lalu. Tetapi sedikit banyak, itu karena one man advantage yang membuat Santi punya space yang biasanya tidak dia dapatkan ketika menghadapi tim-tim yang cenderung bertahan. Saihi yang mungkin akan ditugaskan menjaga Santi pasti tidak akan membiarkan Santi space sebanyak yang diberikan Huddlestone. So, kita akan melihat bagaimana performa Santi yang sebenarnya sekarang.

4. Olivier Giroud vs Mapou Yanga-Mbiwa

5 gol dari 5 pertandingan terakhir dan juga beberapa assists adalah bukti bagaimana Giroud sudah makin menyatu dengan Arsenal. Di pertemuan pertama, Giroud memang belum bisa membuka keran golnya di Arsenal, tapi setelah golnya melawan Schalke, Giroud pasti juga ingin menambah pundi-pundi golnya di UCL. Mapou Yanga-Mbiwa adalah bek Prancis yang kuat dalam passing dan interception, tapi suspect dalam bola-bola udara. Dia sempet diminati dengan serius oleh AC Milan dan beberapa kali juga digosipkan untuk ke Arsenal. Hopefully, Giroud dapat mengatasi mantan rekan setimnya ini dan mencetak 1 atau 2 gol.

Ketika di Prancis, ada periode dimana Arsenal under siege dan dikurung oleh Montpellier sepanjang babak kedua. Bahkan kalo boleh jujur, Arsenal parked the proverbial bus there. Walau Montpellier belum sukses di musim perdana mereka di UCL, tapi melihat 6 laga terakhir mereka di semua kompetisi dimana mereka hanya kalah terhadap Olympiakos dan menang atas Bordeaux dan seri terhadap PSG, anak asuhan Girard pasti akan mencoba untuk mendulang poin di Emirates. Seri apalagi kalah akan membuat Arsenal berada di posisi yang sulit walau masih tetap bisa lolos. Kemenangan atas Montpellier dan juga olympiakos nanti di matchday 6 tentu harus diamankan kalo ingin lolos sebagai juara grup. Come On You Gunners!

Post Navigation