By: @alcrowry
Hello guys, it’s been a while.
I’m still around, in case kalian bertanya-tanya, namun beberapa kesibukan pribadi membuat waktu untuk menulis jadi semakin sedikit, dan baru sekarang ini kosong lagi
I’ve been wanting to write, but I want a good occasion to do so, dan kebetulan banget banyak topik dan hal menarik yang bisa dibahas dari laga 1st leg UCL lawan Bayern Munich kemarin.
I should warn you that this review will be full of rant, and of course, Arsenal biased, so bear with me

—————————————-
Okay, beberapa diantara kalian pasti sudah tahu, that I’m also a Bayern supporter, in fact I consider them as my ‘second team’ (the first one would be Arsenal, mind you), but I can assure you di pertandingan kali ini, dan juga di second leg nanti, I support Arsenal all the way.
Seperti yang sudah banyak diketahui, Bayern musim ini sedang dalam keadaan on fire. Unggul 15 poin di liga dari saingan terdekatnya, Dortmund, tidak pernah kebobolan dalam 9 pertandingan sebelum melawan Arsenal dan lain-lain. Di atas kertas wajar kalo Bayern lebih diunggulin, sementara Arsenal cuma dianggap underdog. But before the match, I always maintain that anything could happen in football, dan bukan gak mungkin Arsenal bisa pull an upset against Bayern.
—————————————
Masuk ke dalam matchnya. Arsenal sendiri menurunkan lineup terbaiknya, dengan pengecualian Gibbs yang lagi cedera, dan juga Monreal yang cup-tied.
Szczesny
Sagna Mertesacker Koscielny Vermaelen
Arteta Wilshere
Ramsey
Cazorla Podolski
Theo
On their day, lineup kayak gitu bisa bikin lawan ketakutan, back four nya gak perlu diragukan kualitasnya, lini tengahnya sendiri penuh dengan talenta dan begitu juga dengan barisan penyerangnya.
Di lain pihak, Bayern sendiri menurunkan:
Neuer
Lahm Dante Van Buyten Alaba
Martinez Schweinsteiger
Kroos
Muller Ribery
Mandzukic
Patut diingat juga dalam pertandingan ini, Bayern tidak bisa diperkuat oleh Badstuber (cedera), Boateng (akumulasi kartu), Robben (tapi ada di bench), dan juga top scorer musim lalu, Gomez.
Sekilas, nampaknya pertandingan akan jadi pertandingan yang menarik dan juga berimbang.
———————————-
Arsenal sendiri memulai pertandingan dengan cukup baik, dimana ada satu pergerakan Theo dari sayap kanan yang berhasil melewati Alaba, namun sepertinya Theo sudah terbiasa bermain dengan Giroud, jadi pergerakan itu diakhiri dengan sebuah low cross (or pass) yang dengan mudah dapat ditangkap oleh Neuer. Sayangnya, setelah awal yang baik, the game was all Bayern.
Bayern sendiri nampaknya sudah tahu dan memerhatikan bahwa Arsenal cukup timpang di sisi kiri, dimana posisi bek sayap diisi oleh Vermaelen. Kita sudah beberapa kali melihat di musim lalu, bahwa Vermaelen secara defensif cukup baik bila bermain di posisi tersebut, namun insting bek tengahnya seringkali mengambil alih dan dalam beberapa kesempatan he caught off the position.
Gol pertama Bayern sendiri bisa dibilang kesalahan kolektif dari keseluruhan tim. Vermaelen terlalu mundur ke dalam kotak saat Muller bergerak di sisi kiri pertahanan Arsenal, and he also missed his interception. Bola jatuh ke kaki Kroos, dimana yang cukup mengherankan, tidak ada satu pun pemain Arsenal yang mengawal, dan Kroos pun dengan bebas menendang bola (yang cukup kencang dan terarah) giving Szczesny no hope to save it.
1-0 to Bayern.
Dari gol tersebut, I think we all can say, Arsenal fell apart.
Kunci untuk mengalahkan Bayern sendiri, sebenarnya terletak pada serangan balik, dimana bila dilakukan cukup cepat setidaknya akan membuahkan satu atau dua peluang yang berarti. Sayangnya, semenjak gol Kroos tersebut, Arsenal bermain cukup lambat dan gugup, sehingga saat ada peluang untuk melakukan counter, para pemain tidak bergerak cukup cepat dan pada akhirnya Bayern pun berhasil membentuk formasi bertahan dan menutup peluang untuk counter.
Lalu terciptalah gol kedua.
Berawal dari sebuah corner kick yang mengarah ke sisi kiri gawang Arsenal, Dante yang berdiri cukup bebas dan (anehnya) hanya dikawal oleh Ramsey, berhasil menanduk bola ke arah gawang dan dapat ditepis oleh Szczesny. Namun bola masih bergerak bebas di depan gawang, dan Muller yang tidak dikawal menyambar bola dengan cepat.
2-0 to Bayern.
Dengan dua gol tersebut, Arsenal bermain semakin gugup, dan beberapa kali melakukan salah passing di area lapangan tengah. Bayern sendiri melihat kegugupan tersebut, dan dengan unggul dua gol mulai mencoba untuk melakukan possession game sambil beberapa kali melancarkan serangan balik, yang untungnya tidak berujung dengan gol.
——————————–
Now at this stage, I admit that I was completely speechless at that time. I know Bayern is good, in fact very very good, but we make it too easy for them. Nerves get in the way, and confidence is shattering.
But as an Arsenal supporter, I know that there’s a chance we might turn this around, given how we usually play as a completely different team in the second half (The Second Half Syndrome). So I still keep my faith.
——————————–
Babak kedua pun dimulai, tanpa ada pergantian dari kedua tim. Arsenal sendiri setelah half time masih bermain cukup hati-hati dan masih terlihat gugup, namun pergerakan serangan sudah lebih baik dari babak pertama. Bayern sendiri nampak membiarkan Arsenal menguasai bola, dan mengincar serangan balik to kill the game.
Podolski, yang cukup anonymous di babak pertama, karena tidak mendapat support yang cukup dari Vermaelen, dan juga karena Arsenal lebih banyak bermain di sisi kanan, mulai ‘menampakkan dirinya’. Cazorla sendiri juga mulai bergerak ke sisi kiri untuk membantu Poldi, dan meskipun belum membuahkan gol, pergerakan Arsenal dengan bola jauh lebih baik.
Usaha tersebut tidak sia-sia, karena pada akhirnya di menit 55, Arsenal berhasil mencetak gol.
I should say something first. Even though I support Bayern (but again, not in this match), I always maintain that Neuer is not the best ‘keeper in Germany (it’s only a matter of perspective). The best ‘keeper in Germany for me in Rene Adler, yang sayangnya cukup tidak beruntung karena mengalami cedera yang cukup panjang, sehingga di ‘buang’ dari Leverkusen namun sekarang ini sudah mulai menemukan performanya di Hamburg. To me, Neuer is a good ‘keeper, but when he makes mistakes, it is a fatal one. A good example adalah ketika Bayern dibantai oleh Dortmund pada saat final DFB Pokal musim lalu, dan juga pada pertandingan ini.
Berawal dari corner kick oleh Jack, bola melewati kerumunan pemain Bayern di depan gawang, dan somehow Neuer keluar dari areanya, berusaha untuk mengambil bola. Bola lewat tepat di depannya, namun Neuer yang sudah maju somehow tidak menangkap atau menghalau bola tersebut, sehingga bola sampai di depan Podolski yang dengan mudah menyundul bola masuk ke gawang yang ditinggalkan oleh Neuer. It is a good example in how fatal a miscommunication between ‘keeper and defenders can be. Now, kalau kesalahan ini dilakukan oleh Fabianski or Almunia or even Szczesny, we would call for their heads. I don’t know what Bayern fans said about this, but I would certainly mad at him and the defenders if I were them.

2-1 to Bayern.
Gol tersebut, understandably, membuat Arsenal cukup percaya diri dan mulai melancarkan serangan demi serangan. Sampai saatnya pergantian pemain.
Pada menit ke 71, Ramsey dan Podolski ditarik keluar dan digantikan oleh Rosicky beserta Giroud. Now, I can understand Ramsey substitution, dia sudah terkena kartu kuning and safe to say outplayed by both Schweinsteiger and Martinez. Pergantian Podolski yang cukup aneh. Mungkin karena alasan kondisi fisik atau semacamnya, karena memang Podolski adalah salah satu pemain yang sering diganti di babak kedua. But I think it would be better to take Theo off for Giroud, and then Poldi with Chamberlain later on.
Anyway, Giroud is now on the pitch, jadi Theo bisa bermain cukup melebar dan Arsenal bisa melakukan crossing karena akhirnya ada target man yang dituju.
Masuknya Giroud membuat permainan Arsenal jadi semakin bervariasi, dan Giroud sendiri mendapatkan satu peluang dari bola crossing (sorry I forgot who crossed the ball) yang sayangnya tepat berada di depan Neuer. Satu gol dari Arsenal tentu akan membuat leg kedua semakin menarik dan terbuka, namun sayangnya, Bayern kemudian mencetak gol ketiga.
Berawal dari pergerakan Lahm di sisi kanan pertahanan Arsenal, Vermaelen lagi-lagi bergerak terlalu mundur sehingga cukup terlambat menutup pergerakan Lahm. Mandzukic yang sebenarnya dikawal ketat oleh Sagna, somehow berhasil menyentuh bola dan mencetak gol ketiga Bayern pada pertandingan itu. A typical Bayern goal, I have to say.
3-1 to Bayern.
Gol tersebut merupakan suatu bukti bahwa Bayern sangat berbahaya dalam serangan balik yang cepat. Pertahanan Arsenal sendiri could do a lot better to prevent the goal. Vermaelen should have press Lahm earlier, Szczesny should have intercept the ball, and Sagna bisa memposisikan dirinya lebih baik saat menjaga Mandzukic.
Setelah gol ketiga tersebut, mental para pemain Arsenal terlihat jelas menurun dan pada akhirnya permainan Arsenal kembali seperti pada babak pertama, berhati-hati dan gugup. Bayern sendiri setelah gol tersebut menjaga pertahanan dengan ketat dan berusaha untuk menjaga kedudukan.
Full-time: Arsenal 1-3 Bayern Munich.
—————————————-
Well, mari kita beranjak sedikit ke analisis para pemain dan juga ratingnya:
Szczesny – 5.5 | Could have done better in the second and third goal, meskipun tidak banyak dibantu oleh back four di depannya. Performanya memang masih naik turun dalam beberapa pertandingan terakhir, still a lot to learn.
Sagna – 5.5 | Sebenarnya tidak terlalu banyak menerima tekanan, karena serangan Bayern mostly berada di sisi kiri pertahanan Arsenal. Could have done better for the third goal though.
Mertesacker – 5 | I’m still a big fan of him, tapi dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk pada pertandingan ini, form Per cukup menurun, mungkin bisa diakibatkan oleh faktor fatigue atau juga karena confidence yang sedang menurun.
Koscielny – 6 | Bermain cukup bagus, meskipun seharusnya either him or Per should be the one who marked Dante in the second goal.
Vermaelen – 4.5 | Dapat dibilang titik lemah Arsenal pada pertandingan ini. Bayern mengekspos habis-habisan sisi kiri pertahanan Arsenal yang dijaga olehnya, dan beberapa kali memang caught off position. Gibbs’ return for the second leg (if he’s already fit) would be a huge boost.
Arteta – 5 | Outnumbered oleh lini tengah Bayern, beberapa kali kecolongan dan misplaced his pass. Terkena kartu kuning yang sebenarnya tidak perlu.
Ramsey – 5 | Tried his best as usual, but couldn’t do much facing the likes of Kroos, Schweinsteiger, dan Martinez. Terkena kartu kuning yang tidak perlu dan pada akhirnya diganti oleh Rosicky di babak kedua.
Wilshere – 6.5 | A bit anonymous in the first half, namun banyak menggerakkan permainan di babak kedua. Terlihat tidak gugup ketika berhadapan dengan Schweinsteiger maupun Martinez, dan beberapa kali melakukan run yang berbahaya meskipun tidak berujung dengan gol. MOTM for Arsenal.
Cazorla – 6 | Dijaga dengan ketat oleh Schweinsteiger dan juga Alaba. Tidak banyak memiliki peluang meskipun beberapa kali passing gamenya dengan Wilshere menarik untuk dilihat.
Podolski – 6 | Anonymous di babak pertama karena tidak ada support dari Vermaelen dan serangan Arsenal yang kebanyakan berada di sisi kanan. Mencetak satu gol yang cukup krusial dan starting to get lively sampai dia ditarik keluar.
Theo – 5.5 | Couldn’t get past of Alaba, dan meskipun role nya adalah striker di babak pertama, lebih banyak drifting keluar ke sisi kanan. Lebih baik ketika Giroud masuk, but overall, not his day.
Subs:
Rosicky – 6 | Menampilkan cameo yang cukup menarik, a glimpse of what he could do.
Giroud – 6 | Mendapatkan satu peluang bagus yang sayangnya dapat dihalau oleh Neuer. Memberikan alternatif serangan bagi Arsenal, namun tidak berujung dengan gol.
————————————-
Now about the tie. Three weeks before the second leg. Dapatkah Arsenal memutar balikkan keadaan?
I’d say yes. Gol Podolski sedikit banyak memberikan harapan untuk Arsenal, meskipun memang dengan 3 away goals, situasinya akan lebih sulit. Arsenal harus mencetak 3 gol tanpa balas atau lebih untuk lolos ke babak berikutnya. Tidak ada yang mustahil dalam sepakbola. We could do it against Inter few years ago, and Milan last season. Bayern sendiri nampaknya akan bermain menyerang dan tidak sekedar bertahan di leg kedua nanti, jadi pertandingan bisa dibilang akan tetap terbuka.Jika Gibbs sudah bisa bermain di leg kedua nanti, I’d say peluang Arsenal untuk lolos akan meningkat, karena Bayern tidak akan bisa leluasa untuk menyerang dari sisi kiri pertahanan Arsenal seperti di pertandingan in, namun jika Gibbs belum pulih, I would hope Vermaelen to give his everything for the match.
One thing though, whatever happened in the second leg, if we’re eventually crashed out at the end, I want us to go out with dignity, like with Milan last year. I dont’ want to see dan tidak ada yang lebih sedih dari melihat Jack dalam kondisi seperti ini:

Don’t cry, Jack!
Anyway, that’s about it for now.
It’s a long review, and well, in some parts, is full of rant.
See you again, and remember, KEEP THE FAITH.